10513212
3 Pa 11
Topik
: Suhu Tinggi
Masalah
: Apakah suhu tinggi menyebabkan perilaku agresif?
Hipotesis/ dugaan awal
·
Hipotesis
Ilmiah
Hipotesis Umum : Suhu tinggi menyebabkan
perilaku agresif
Hipotesis
Eksplisit : Subjek yang
diberikan suhu ruangan yang tinggi akan memiliki perilaku agresif yang lebih
tinggi dibandingkan subjek yang tidak diberikan suhu ruangan tinggi.
·
Hipotesis
Statistik
Ha : Subjek yang diberikan suhu
ruangan lebih tinggi akan memiliki perilaku agresif yang lebih tinggi
secara signifikan daripada subjek yang tidak diberikan suhu ruangan yang
tinggi.
H0 : Subjek yang diberikan suhu
ruangan yang lebih tinggi akan memiliki perilaku agresif yang tidak berbeda
secaa signifikan dengan subjek yang tidak diberi suhu ruangan yang lebih tinggi
Variabel
·
Variabel
Bebas :
Suhu tinggi
-Manipulasi :
Manipulasi kejadian, dengan cara memasuki ruangan yang tertutup dan tidak ber-ac pada pukul 11.00 s/d 13.00 WIB pada
suatu kelompok subjek, dan tidak memasuki ruangan yang tidak berpendingin pada kelompok lain.
·
Variabel
Terikat :
Perilaku agresif
-Jenis Pengukuran : Perilaku yang tampak atau muncul.
-Cara
pengukuran : Observasi, yaitu dengan
membuat daftar berupa rancangan observasi yang berisikan faktor, aspek atau dimensi
dari agresif yang akan diamati selama dua jam tiga puluh menit baik diruangan
dengan pendingin yang tidak menyala atau pendingin yang menyala.
·
Variabel
Sekunder :
·
Jenis kelamin (dikontrol dengan teknik blocking, yaitu jumlah laki-laki dan perempuan
sama pada setiap kelompok).
·
Tingkat pendidikan (dikontrol dengan
teknik konstansi, yaitu memilih subjek dengan tingkat pendidikan yang sama).
·
Usia subjek (dikontrol dengan teknik konstansi,
yaitu memilih subjek dengan kisaran usia yang sama).
·
Status sosial ekonomi (dikontrol dengan
teknik randomisasi, yaitu secara acak memasukkan subjek ke dalam KE dan KK).
·
Waktu untuk memasuki ruangan (dikontrol
dengan teknik konstansi, yaitu lamanya waktu pelatihan origami sama bagi semua
subjek).
·
Peralatan menulis (dikontrol dengan
teknik konstansi, yaitu menggunakan buku, pensil 2b, penghapus, dengan ukuran dan jenis yang
sama).
· karya atau tulisan yang akan ditonton (diontrol dengan
teknik konstansi, yaitu menulis tema dan judul yang sama bagi seluruh subjek.
Tipe
dan Desain Penelitian
·
Tipe Penelitian : Controlled Laboatory
Experiment.
·
Desain Penelitian : Desain 2 kelompok (desain antar kelompok)-> randomnized
blocked two-group design
Perencanaan
Penelitian
·
Subjek :
Siswa SMU yang duduk di kelas XI yang berjenis kelamin laki-laki atau
perempuan. Jumlah subjek yang dibutuhkan adalah 100 orang dengan jumlah
laki-laki dan perempuan masing-masing 50 orang.
·
Peralatan : Lembar rancangan observasi,, buku tulis, pensil 2b, penghapus, white board.
·
Prosedur :
· - 50 eksperimenter yang akan dibagi
menjadi dua kelompok untuk mengamati dari luar ruangan KE dan KK serta mengamati selama
observasi berlangsung. Para observer akan mengamati dua subjek sekaligus.
· - 100 siswa subjek diperoleh dari hasil
pengundian dari seuruh siswa kelas XI
suatu SMU di Jakarta dengan jumlah masing-masing subjek laki-laki dan perempuan berjumlah
genap.
· -
Setelah memperoleh 100 subjek, subjek
diminta untuk memberitahu ukuran pakaian mereka (S,M,L,XL, XXL, dll).
· -
Kemudian dilakukan pengundian untuk
memasukkan subjek laki-lak dan perempuan ke dalam dua kelompok (KE dan KK), sehingga
kedua kelompok terdiri dari subjek laki-laki dan perempuan dengan jumlah yang
sama.
· -
Subjek kelompok KE diminta untuk
menulis cerita selama 2 jam diruangan yang tertutup dengan pendingin yang dimatikan pada pukul 12.00
sampai dengan 13.00 WIB.
· -
Subjek KK diminta untuk menulis cerita yang sama selama 2 jam diruangan dengan pendingin yang menyala pada pukul 12.00 sampai dengan 13.00
· -
Para eksperimenter akan berada di luar ruangan tempat KE dan KK berada dengan membawa lembar observasi dan pulpen
untuk memberi tanda serta mennulis catatan mengenai perilaku agresif yang
tampak.
· - Hasil yang dimiliki oleh para
eksperimenter yang berada di ruangan tempat KE dan KK berada akan dibuat tabel
hasil observasi secara terpisah dimana dalam tabel itu akan dibuat tabel yang
berisi kesimpulan selama observasi berlangsung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar